PEN FRIENDS
Minggu, 24 April 2022
Menulis Novel yang Kreatif dan inspiratif
Alhamdulillah pada Siang ini mendapat ilmu dari Bang A. Fuadi. Penulis terkenal dengan bukunya 5 menara.
Pukul 13:00 saya masih dalam perjalan menuju rumah singgah. Padahal Zoom sudah dimulai, ketentuan dari panitia tidak boleh memakai HP. Ya sudahlah belum bisa aktifkan zoom, walau di gadjet ada aplikasi zoom. Dan yang kedua masih dijalan gak harus memaksakan. Dan juga langit terlihat mendung, kami ingin segera sampai tujuan. Akhir pekan cucian banyak dan kuatir kehujanan.
Pukul 13:15, sampai rumah singgah. Memarkir sepeda motor nurunin anak, dan langsung membuka laptop. Nyalain laptop anak minta minum dan botol masih kotor, dak apalah sambil menunggu proses laptop nyala. Sudah buatin minuman buat Hafizah, eh si anak minta HP untuk nyalakan YouTube. Panitia di Group WA sudah mewanti-wanti. "Kegiatan sudah dimulai Bpk/Ibu...Ayo segera gabung. Ayo yang belum bergabung teman2,baru 27 audiens yang seharusnya 78 peserta.
Beberapa menit laptop sudah nyala, sambil mengaih HP di dekat anak untuk menyalakan Hotspot WiFi, anak terganggu sebentar. "Ayah pinjam sebentar ya Zah, cuma sebentar, terimakasih." Kataku. "Sama-sama Ayah" jawabnya sambil tiduran dan lanjut menonton YouTube Little Angle.
Beberapa menit ibu Rita AISEI Jakarta sambutan, dan mempersilahkan Bang A. Fuadi untuk menyampaikan materi. Materinya tentang Menulis Novel yang Efektif dan Infspiratif. Diantara yang disampaikan penulis handal tersebut adalah menulis itu bisa membuat awet muda, walau sudah meninggal. Tulisan adalah karpet terbang. Suatu hal yang ditulis itu harus mengenai manusia.
Apakah ada cara menulis efektif untuk semua orang? Itu kembali pada masingmasing individu. Kemudian beliau berpesan dalam proses menulis dimulai dengan kata Why (Mengapa) kita menulis. Menulis didasari dengan pondasi yaitu niat yang kuat. Dengan niat memberi manfaat orang banyak "Khoirunas Anfauhum Linnas", kata Beliau
Jika kita menulis dengan niat yang mulia, insyaallah kendala menulis akan diberi kelancaran sampai selesai oleh Allah, dan hasilnya akan dibaca oleh masyarakat luas dan memperoleh manfaat apa yang mereka baca.
Saya menulis ini dengan menyetrika baju, dan memantau anak mandi sendiri ibunya memasak.
Jumat, 06 Juli 2012
Aku dan Cinta
Kenapa cintaku …kenapa kasihku
Ada dalam hati tapi rapat tersembunyi
Ada dalam fikiran tapi berhamburan
Ada dalam realita tapi hitam duka
Cintaku … kekasih hati begitu indah
Tapi dekat resah membara
Cintaku … kekasih hati begitu gundah
Terpeleset dalam jurang asmara
Cintaku begitu dekat dan begitu jauh
Jauh harapan dari cita-cita surga
Dekat dari nyala api neraka
Aku jauh dari cita, cinta yang indah
Terasa sepi mencengkeram hati
Tubuh tak sempurna akan cinta
Cakrawala hitam kelam bertabur asa
Adakah cinta ..? adakah cita ..?
Hanya berdiam sendiri meratapi
Di bawah setitik harapan yang tinggi.
Minggu, 29 April 2012
Kesustraan
BAB I
KESUSASTRAAN
1.Sastra
Apakah sastra htu? Menurut Moh. Hidayat P S.pd, di bukunya dijelaskan bahwa sastra berasal dari akar kata sas yang berarti ajar dan tra berarti alat. Jadi sastra bisa diartikan sebagai alat belajar.
Dan sastra tidak bisa dipisahkan / diambil dari kata kesusastraan.
2.Kesusastraan
Kesusastraan berasal dari kata ke-susastra-an. Awalan su pada susastra berati baik, indah dan bagus.
a. Kesusastraan masa peralihan (Abdullah bin Abdul Kadir Musyi)
Dialah orang yang membawa pembaharuan dalam karya sastra Melayu lama yang bersifat hkhayal, fantastis, dan istana sentries. Mengubah karya-karya yang bersifat objektif, dan membahas kehidupan sehari-hari, seperti menceritakan perjalanan hidupnya dalam karyanya Hikayat Abdullah.
Adapun jasa-jasanya sebagai berikut :
1. membawa perubahan baru bagi kesustraan Melayu dengan mengenalkan karya yang bersifat biografi
2. menerjemahkan kitab suci Al-qur’an kedalam bahasa Melayu
3. ikut serta menyusun buku Sejarah Melayu
b. Kesusastraan Baru
1. Masa Balai Pustaka
Belanda mendirikan Balai Pustaka sebenarnya mempunyai latar belakang politik,. Pada waktu itu banyak bermunculan buku-buku yang diterbitkan pihak swasta. Belanda merasa khawatir kalau buku-buku tersebut menimbulkan kesadaran rakyat dan membangkitkan semangat baru perjuangan. Untuk mengawasi bacaan-bacaan yang tersebar dalam masyarakat , pada tanggal 14 Sepeteber 1908 pemeriontahan Belanda mendirikan badan penerbit dan taman bacaan rakyat yang bernama Commissihe Voor de Volctuur yang dipimpin oleh C. Aj.Hazen. Pada tahun 1917, bacaan tersebut diganti nama menjadi Balai Pustaka
2. Masa Pujangga Baru
Pada tahun 1933 terbit suatu majalah yang bernama Pujangga Baru. Majalah tersebut merupakan wadah inspirasi para pengarang muda yang akhirnnya dipakai menjadi nama segolongan pengarang –pengarang muda. Pada waktu itu banyak muncul pengarang –pengarang muda yang mempunyai cita-cita untuk bersatu dengan semangat kebangsaan, memajukan kebudayaan Idonesia.
Pelopor-pelopor Angkatan Pujangga Baru ialah :
- Sutan Takdir Alisyahbana
- Amir pane
- Amir Hamzah
Ciri-ciri karya sastra Angkatan Pujangga Baru :
a. Bersifat romantis idealis yaitu roman-roman yang tidak lagi menceritakan masalah adat, tetapi roman yang berisikan cita-cita dan ide-ide baru.
b. Tema karangan membahas masalah yang lebih luas, misalnya masalah kehidupan masyarakat kota dan inspirasi.
c. Pantun berkait, pantun yang terdiri dari beberapa bait yang sambung-menyambung, baris kedua dan keempat pada bait pertama, muncul kembali menjadi baris pertama dan pada bait kedua.
d. Talibun ialah pantun yang terdiri lebih
puisi lama
puisi … baru
…… modern
Kesusastraan
prosa prosa lama
……. Baru/modern
Puisi : karangan yang bentuknya terikat oleh rima, irama dan bait
Puisi lama : karangan yang bentuknya terikat oleh sajak dan irama
Puisi baru : karangan yang bentukanya lebih mementingkan
isi,bahasanya keinti kata
Prosa liris : karangan yang bentuknya berpaduan antara prosa
dan puisi
: puisi yang ditulis dalam bentuk prosa dan memakai
irama tanpa terikat olleh bait dan sajak
prosa : karangan yang bentuknya bebas tetapi bahasannya
terikat
prosa lama : seperti dongeng /cerita , hikayat dan silsilah
Prosa baru : seperti novel, cerpen, esei, biografi dan roman
A. MACAM –MACAM PUISI
1.Pusi Lama
Adalah pusi yang sangat terikat oleh ketentuan banyaknya baris dalam 1 bait, rima dan irama
a. Mantra : kata-kata yang diucapkan oleh pawing yang
mendung kekuatan ghoib
b Pantun : puisi yang terdiri dari 4 baris dan bersajak (rima)
a-b-a-b.Baris pertama + kedua merupakan
sampiran, baris ketiga + keempat merupakan isi
Pantun merupakan salah satu karya sastra lama yang terkenal dan kesenian asli Indonesia. Pantun biasanya dilisankan dan biasanya memakai lagu. Dari penelitian Prof Dr. Van Ophuysen diketahui terdapat + 20 macam lagu pantun oleh sebab perpaduan daerah asalnya
a. Ciri-ciri pantun
1. pantun terdiri terdiri dari 2 bagian, yang pertama merupakan pengantar/sampiran, dan yang kedua merupakan isi pantun
2. bersajak silanng , jika 4 barios be rsajak abab
3. tiap baris terdiri dari 4 perkataan
4. pantun kilat (karmina) tiap bait terdiri dari 2baris
5. pantun empat seuntai, tiap bait terdiri dari 4 baris
6. Talibun, tiap bait terdiri dari 6,8,10,12 baris, dengan bersajak silang abcdabcd, abcdeabcde, dan abcdefabcdef
7.
b.Contoh karmina:
a. buah mangga buah gendondong
godain kita dong
b. mrpati membunuh kera
belum mati belum jera
c. menurut isinya, pantun dibedakan menjadi
1.pantun jenaka
contoh : bergerak-derak sangkutan dacing
bagaikan putus diipat lumping
bergerak-gerak kumis kucing
melihat tikus bawa senapan
2.pantun anak-anak
contoh : elok rupanya sikumbang jati
dibawa itik pulang petang
tidak terkata besar hati
melihat ibu sudah pulang
3.pantun orang muda
contoh : sekuntum bunga dalam padi ambil batang cabut uratnya tuan sepantun langit tinggi
bolehkah berlindung di bawahnya
4. pantun orang tua
contoh : kemumu di dalam semak
jatuh melayang selarasnya
meski ilmu setinggi tegak
tidak sembahyang apa gunanya
c. pantun bersambung/ berkait
ciri-cirinya :
- isinya diutama bait
- baris 1 berikutnya mengulang baris 2 bait sebelumnya
- baris 3 bait berikutnya mengulang baris 4 bait sebelumnya dst
contoh pantun berbalas :
warna-warni si kain batik
berjalan-jalan membeli baju tampak indah si kain sutra
tidak lupa membeli kupyah amboy indah nama si adik
sungguh cantik sekurudung biru seperti artis sinetron saja
bolehkah aku datang kerumah
anak kecil bermain balon
memang indah warna si kopyah balon meletus terkena api
warna jingga kesukaan saya memang aku artis sinetron
bolehkah engkau dating kerumah tetapi hanya dalam mimpi
asalkan sopan dan tata karma
balon meletus anak berduka
warna jingga warna kau suka anak menangis tersedu-sedu
memang indah sangat menarik adik memang pandai bercanda
kalau boleh aku bertanya bikin aku ingin mencubitmu
siapa nama si adik cantik
mawar merah mawar berduri
warna putih bunga kamboja anak menangis tersedu-sedu
warna merah bunga mawarku wahai abang jangan lupa diri
Tanya nama boleh2 saja lebih baik kaupulang saja
Marshenda itulah panggilanku
Karya; S. Ida A.M
c .Gurindam : terdiri dari 2 baris, baris pertama merupakan syarat atau sebab, baris kedua merupakn jawab / akibat. Gurindam berasal dari India, umumnya berisi nasehat / sindiran.
d. Syair : terdiri dari 4 baris semuanya merupakan isi,
bersajak Akhir a-a-a-a. umumnya melukiskan cerita
e Nazam : terdiri dari 12 baris dan bersajak sama, tiap 2
baris / 4baris, isinya menceritakan kesetiaan hamba sahaya
istana
f Gazal : terdiri dari 8 baris , tiap baris diakhiri kata-kata yang
sama. Isinya melukiskan perasaan asmara
g Masnawi ; jumlah barisnya tidak tetap,tetapi selalu genap. Setiap
2 baris bersajak sama berisi pujaan
h. rubai : terdiri dari 4 baris dalam satu bait, sajaknya a-a-b-a
umumnya berisi sikap hidup / puji-pujian.
2. Puisi Baru
puisi yang muncul pada angkatan pujangga baru karena pengaruh kesustraan barat.
Puisi @ Ekspresi jiwa seseorang yang diungkapkan melalui rangkaian
kata –kata
Macam-macam puisi baru :
a. Distikon : (sanjak 2 seuntai) setiap bait terdiri dari 2 baris
b. Tersina : (sanjak 3 seuntai) setiap bait terdiri dari 3 baris
c. Kuantren: (sanjak 4 seuntai) setiap bait terdiri dari 4 baris
d. kuin : (sanjak 5 seuntai) setiap bait terdiri dari 5 baris
e. Sektet : (sanjak 6 seuntai) setiap bait terdiri dari 6 baris
f. Septima : (sanjak 7 seuntai) setiap bait terdiri diri 7 baris
g. Stanza : (sanjak 8 seuntai) setiap bait terdiri dari 8 baris
h. Soneta :terdiri dari 14 baris dengan pola
1. (2* 4) + (2*4) 4. (1*8) + (2*3)
2. (2*4) + (1*6) 5. (1*8) + (1*4)
3. (3*4) + (1*2) 6. (1*8) + (1*6)
7. 1*14
i. Sanjak bebas :
jumlah baris tiap bait, sajak, dan jumlah kata dalam baris tidak mempunyai aturan tertentu contoh :
**AKU**
kalau sampai waktuku
‘ku mau tak seorang ‘kan merayu
tidak juga kau
tak perlu sedu sedan itu
aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang menerjang
luka dan bisa kubawa berlari
berlari
hingga hilang pedih perih
dan aku akan lebih tidak peduli
aku mau hidup seribu tahun
Choiril Anwar
Macam-macam puisi barat berdasarkan isinya dibedakan menjadi:
a. Balada : puisi yang berisi kisah romantis / cerita sentimental. Balasda umumnya untuk dinyanyikan
b. Romance: puisi yang berisi ungkapan perasaan cinta
c. Elegi : puisi yang berisi ungkapan perasaan sedih /kemurungan
d. Ode : puisi yang mengungkapkan sanjungan kepada seseorang/melukiskan peristiwa penting
e. Himne : Puisi yang berisikan pujaan/memuliakan Tuhan
f. Epigram : puisi yang menceritakan ajaran hidup/semangat perjuanagan
g. Satire : puisi yang berisikan kritik/sindiran terhadap kepincangan/penyelewengan dalam masyarakat
3.Puisi Modern/Bebas
Puisi ini muncul pada Angkatan ’45 dipelopori oleh Khoril Anwar. Puisi ini tidak mengutamakan bentuk/banyaknya baris dalam satu bait dan rima(persajakan) tetapi lebih mementingkan isi puisi.
C. TEKNIK MEMBUAT PUISI
Sebelum membuat puisi harus tahu 2 unsur yaitu :
a. Unsur Intrinsik
yaitu Tema, persajakan, majas dan suasana dalam puisi
b. Unsur Ekstrinsik
yaitu latar belakang social dan budaya pada saat puisi diciptakan
Langkah-langkah menyusun puisi :
a. merumuskan pokok permasalahan yang diungkap seperti peristiwa bencana alam, keindahan dan gagasan hidup.
b. Pilihan kata/diksi yaitu menentukan kekuatan konsep daya sugesti,pengimajinasian/ ekspresi yang diungkap penyair
c. Penggunaan bahasa figurative/ gaya bahasa . untuk mengungkap konsep yaitu dengan majas metafora, perbandinganm smile, sinekdok dan ironi
d. Penggunaan rima yaitu pengulangan bunyi untuk membentuk musikalisasi
e. Tipografi / tata wajah yaitu penataan larik/baris-baris puisi untuk membentuk bait yang padu untuk aspek kekuatan makna dan ekspresi penyair.
Contoh poin 3
a. Majas Metafora d. Majas Hiperbola
Engkaulah putri duyung Keringatnya bercucuran
Tawaranku Rambutnya jadi tipis
Putri duyung dengan sura merdu Karya : W.S Rendra
Karya: Ws.Redra e. Majas Sinekdok
a.Pars Proparte
b. Majas perbandingan Penderitaan mengalir
Tubuh kalran batang pisang Dari parit-parit wajah
Tajam tanganku lelancip gobang rakyatku
Karya :arif Rosidi b. Pars Prototo
c. Majas Personifikasi Para petani bekerja
Hujan titik satu-satu Berumah gubuk -
Menatap cakrawala malam jauh gubuk tanpa jendela
Karya :Herwa Karya : W.S Rendra
Tema Puisi
Tema dalam puisi berarti judul puisi karena menetapkan dan menentukan tema pada puisi tertsebut biasanya sesudah mengarang
Adapun langkah untuk menemukannya yaitu dengan cara :
a. Makna tekstual
adalah pilihhan tema sudah ada dalam teks yaitu berupa kata-kata yang sering diulang dan sudah tertulis di dalam teks puisi
b. Makna tafsir
Adalah penentuan tema membutuhkan penafsiran lebih dulu, yaitu dengan cara sebagai berikut :
1. membaca puisi berkali-kali sampai diketahui hubungan antar kata dalam puisi
2. temukan hubungan judul dengan isi puisi
3. temukan suasana puisi
4. membaca puisi secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang utuh
Persajakan
A.persajakan berdasarkan bunyi
1. Sajak Ansonasi ( Sajak tak sempurna )
adalah perulangan kata akhir hanya sebagian yang sama
(sebagian kata kerja /kata keterangan
contoh : “perarakan jenazah”
kami menggiring jenazah hitam
depan kami kereta mati bergerak pelan
orang-orang tua berjalan menunduk diam
2. Sajak Penuh
adalah perulangan akhir seluruhnya sama
contoh : Di lereng gunung lembah menghijau
air tewrjun menghimbau-himbau
Merah beta melipur risau
Turut hasrat henadak menjangkau
3. Sajak Ahterasi
Adalah pengulangan bunyi pada awal kata (p.konsonan)
Contoh : “padamu ua”
Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar setia selalu
4. Sajak Mutlak (mengulang kata)
Contoh : Bukit tanpa pepohonan dan rerumputan
Bukit gundul tanpa aspal
Sebuah danau penuh kurcaci
Sebuah kapal ada di laci
5. Sajak Rangkai
Adalah sajak yang tersusun sama, pada akhir semua baris puisi
Contoh : “Aku”
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
6.Sajak Rima
adalah perulangan konsonan-konsonan dalam kata
Contoh : Beras petas
Kisah pertumpah
Pontang-panting
b. Persajakan berdasarkan baris di bedakian menjadi :
1. sajak awal (perulangan di awal baris)
seperti contoh diatas no 4
2. sajak tengah (perulangan di tengah baris)
contoh : daun-daun yang semempai
semempai bersama angin
daun-daun yang semempai
bertabur bersama malam
3. Sajak akhir (sajak yang perulangan di baris akhir)
Contoh : cahaya bulan diombak menitik
Embun berdikit turun merintik
c. persajakn berdasarkan susunan vertical dalam baris
1. sajak sama (sajak terus)yang bersajak a-a-a-a
2. sajak bersilang yang bersajak a-b-a-b
3. sajak berpeluk yang bersajak a-b-b-a
4. sajak berpasangan yang bersajak aa-bb-cc
5. sajak patah yang bersajak a-a-b-a
Majas (Gaya Bahasa)
Majas adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk mengekspresikan perasaan atau buah pikiran. Sehingga menjadi lebih hidup dan menimbulkan kesan yang lebih mendalam.
Macam-macam majas :
1. Metafora :
Perbandingan langsung suatu benda dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.
Contoh : a. Semangatnya membaja untuk mencapai cita-cita
b. Tatkala sang raja memancarkan sinarnya (matahari)
2. Smile :
Mempersamakan objek yang dituju, kata-kata yang dipakai biasanya (seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, bagaikan,serupa)
Contoh : a.Wajahmu bakpurnama indah bulan kejora
b.Hatimu lembut bagaikan sutera sangat mengesankan
3. Personifikasi:
Majas yang melukiskan benda mati seolah-olah seperti manusia
contoh : a. Daun mulai gugur melayang terbang keangkasa
b. Ombak berkejaran menuju pantai yang indah itu
c. Tatapan matanya menjeritkan penderitaan
4. Tropen :
Majas yang menggunakan kata-kata yang tepat dan sejajar
artinya dengan pengertian yang dimaksud
contoh : a. Pikirannya melambung dibawa angan-angan
b. Sudah seminggu ia bertapa dikamarnya
5. Simbolik :
Majas kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan menggunakan
benda –benada sebagai simbol atau perlambang
Contoh : a. Warna putih lambing kesucian
b. warna hitam warna kedukaan
6. Alegori :
Majas yang berbentuk nseperti peribahasa/cerita dengan lambing-lambang moral manusia berbentuk puisi/prosa
Contoh :a.Setiap insan di dunia mengalami topan & badai dalam kehidupan
b.hidup harus tabah menghadapi kerikil tajam kehidupan
7. Perifrasis :
Majas penguraian sepatah kat diganti dengan serangk`ian kata yang mengandung arti yang sama.
Contoh: a. Kapal padang pasir itu itu bergerak perlahan-lahan
b. Jangan mempertaruhkan harta benda
8. Hiperbola :
Majas yang mengungkapkan perntaan secara berlebih-lebihan dengan dimaksud untuk memperhebat / meningkatkan kesan/pengaruhnya.
Contoh : a. Sampai setengah mati aku mencintaimu
b. suaranya yang keras itu membelah angkasa
9. Litotes :
Majas yang mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan keadaan/ sifat yang sebenarnya dengan maksud untukmerendah diri
Contoh : a. Siapakah yang akan tertarik melihat wajahku yangburuk ini
b. Silahkan duduk di kursi reot ini
10. Paradoks :
Majas yang mengungkapkan pernyataan yang berlawana dengan mengatakan kebalikan yang sebenarnya
Contoh : a. Aku tertawa meskipun hatiku remuk
b. Wajahnya buruk tetapi hatinya baik
11. Ironi :
Majas sindiran yang dikatakan sebaliknya dari kejadian yang sebenarnya dengan maksud menyindir secara halus
Contoh : a. Aduh, rajin benar kamu jam 8 baru masuk !(terlambat)
b. Sedikit sekali makanmu (yang dimaksud banyak)
12. Pleonasme:
Majas penegas yang mempergunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu dipakai lagisebab makna kata yang disebut sudah ada pada sebelumnya.
Contoh : a. Diliriknya Aku dengan matanya yang indah itu
b. Anton maju kedepan ! ( sama )
13. Repetisi :
Majas yang mengulang sepatah kata beberapa kali untuk menegaskan arti., majas ini sering digunakan dalam pidato
Contoh : a. Tuhanlah tempat kita mengeluh, Tuhanlah tempat kita mengadu, Tuhanlah tempat kita meminta pertolongan
14. Tautologi :
Majas penegasan yang mengulang sepatah kata atau yang bersinonim secara berturut-turut dalmn sebuah kalimat
Contoh : a. Sekali kukatakan tidak, tidak !
b. Tetapi janjimu, jangan selalu mundur, mundur saja !
15. Paralelisme:
Majas yang mengulang sepatah kata beberapa kali un tuk menegaskan dan dipergunakan dalam puisi, dan dibagi menjadi :
1. Paralelisme anaphora yaitu majas paengulangan kata-kata yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh : Kami ingin kasih
Kami ingin cinta
Kami ingin belaianmu, mama
2. Paralelisme epifora yaitu majas pengulangan kata-kata yang terdapat pada akhir kalimat
Contoh : Kalau kau mau, aku akan dating.
Jika kau kehendaki , aku akan dating.
Bila kau minta, aku akan dating.
16. Klimaks :
Majas yang menyatakan beberapa hal / kejadian secara berturut-turut makin lama makin menghebat .
Contoh : a. Dari kecil sampai dewasa dan sampai setua ini belum juga kau mengubah kebiasaan buruk itu.
17. Anti klimaks:
Majas yang menyatakan beberapa hal atau kejadian scr berturut-turut tetapi makin lama makin menurun.
Contoh : a. Kakeknya, ayahnya, dan ia sendiri hidup dalam kemmiskinan
18. Retoris :
Majas penegasan yang menggunakan kalimat Tanya tidak bertanya dengan tujuan untuk mengejek atau menyatakan kesangsian.
Contoh : a. Siapakah yang mau dihina dan dijajah ?
b. Mana mungkin orang mati hidup kembali ?
19. Elipsis :
Majas yang menggunakan kalimat elips yaitu tidak menyebutkan predikat/subjeknya karena pihak pendengar sudah mengetahui.
Contoh : a. Dia menyuruh kita kerja keras,tapi ia sndiri … ?
b. Rasailah bekas tanganku !
20. Inversi :
Majas yang berupa keblikan susunan kalimmat sehingga predikat lebih dipentingkan dan diletakkan di depan subjek.
Contoh : a. Terpaku aku melihat kemegahan wajahmu
b. Belajarlah ia dengan sungguh-sungguh
21. Intorupsi :
Majas yang menggunakan kata-kata sisipan di tengah-tengah kalimat untuk menjelaskan suatu kata yang kurang jelas. Biasanya ditulis dalam kurung atau diapit tanda pemisah.
Contoh : a. Ia takut – sebetulnya malu – dating ke rumahku
b. Ia – laki-laki yang berkkumis itu – menggangguku setiap hari.
22. Praterito :
Majas yang seolah-olah pengarang atau pembicara membunyikan /merahasiakan sesuatu. Pembaca dibiarkan memikirkan/ mengungkapkan hal yang dirahasiakan itu.
23. Enumerasio:
Majas yang menggunakan suatu peristiwa yang dilukliskan satu persatu sehingga seluruh peristiwa menjadi kesatuan yang tampak dengan jelas.
Contoh : Laut tenang di atas permadani biru terhmpar. Perahu nelayan melancar perlahan-lahan. Angina berhembus spoi-sepoi basa. Bulan bersinar dengan terangnya. Di sana-sini bintang gemerlapan mengungkap lukisankeindahan alam.
24. Antitesis :
Majas pertentangan yang mempergunakan paduan kata yang ber5lawanan arti.
Contoh : a. Pria wanita, kaya miskin mempunyai hak yang sama sebagai warga Negara
b.Tua muda, besar kecil, semuanya habis dibunuh penjahat itu.
25. Sinestesia :
Majas yang ungkapannya mendapat gejala peruibshsn makna , akibat pertukaran dua indra yang berbeda.
Contoh : a. Mukanya manis b. Mukannya masam
c. Bicaranya pedas d. Bicaranya lembut
26.Metonomia :
Majas yang ungkapannya menggunakan nama ciri /kata hal yang dikaitkan dengan sesuatu sebagai penggantinya
Contoh : a. Dia sedang asyik membaca Nh.Dhini di perpustakaan
b.Tragedi 26 Desember 2004 jangan sampai terulang kembali
27. Sinekdok proparte:
Majas yang isi bacaannya mewakili seluruh orang dengan diwakili satu orang
Contoh : Indonesia juara catur dunia
28. Sinekdok proto :
Majas yang isi bacaannya mewakili satu orang diwakili oleh semua orang.
Contoh : Dia tidak tampak batang hidungnya
29. Amiliorasi :
Majas yang yang perubahan maknanya mengakibatkan sebuah kata(ungkapan nilainya lebih tinggi, halus, hormat, dan baik dibandingkan makna semula).
Contoh : a. Para Tuna Netra itu diberi makan
b. Para wartawan diberbagai surat kaabar siap kerja
30. Peyorasi :
Majas yang perubahan maknanya berkebalikan dengan majas amiliorasi, seperti lebih rendah, kasar, dan kurang baik disbanding makna semula.
Contoh : saksi utama peristiwa itu dikejar para kulitinta
Suasana
Adalah keadaan jiwa dan perasaan penyair dalam suatu peristiwa
Yaitu suasan batin dan suasana lahir,
* Suasan batin seperti benci, sedih, sendu,senang, gembira, syahdu, acuh dll
* Susana lahir seperti keramaian kota/desa, keheningan malam, kesuburan tanah
atau tanah disaat tandus
D. Hubungan puisi dengan budaya
Puisi mengandung nilai-nilai yang ingin disampaikan kepada pembaca. Nilai tersebut antara lain nilai moral, politik, agama, ekonomi, social, budaya, pendiddikan, maupun kebangsaan/ptriotisme
Dilihat dari sini puisi merupakan sebagai salah satu hasil karya sastra, pasti mengandung sutu nilai tertentu. Untuk menemukan nilai terrsebut dapat dilihat dari segi bahasa, penokohan / tema.
Contoh : a) “Tuhan” b) “ Guru “
kita begitu dekat Terkesal dan bersahaja
sebagai api dan panas Penuh dengan kesederhanaan
aku panas dalm api-Mu Guru …
Tuhan Kau pekerja tulus ikhlas
Kita begitu dekat Guru ..
Seperti kain dengan kapas Kau tak bedakan miskin;kaya
Aku kapas dalam kain-Mu Semua kau anggap putra
Dari kedua puisi ditas dapat dibedakan menjadi
1. segi bahasa dengan cukkup indah seperti penggunaan “Mu” pada puisi a) tak terulang , diksi yang dipilih seperti kata dekat, panas, dan kapas sehingga timbul rima. Kata sebagai, seperti, menimbulkan majas smile
2. dari segi sudut pandang, seperti puisi a) memakai sudut pandang orang pertama (aku) dan puisi b) memakai sudut pandang orang ketiga, karena penulis mencerikan orang lain (Guru)
3. dari segi nilai budayanya , puisi a) bertema Tuhan sebagai nilai agama, puisi b) bertema guru termasuk nilai moral. Kedua puisi tersebut dalam hal penyampaiannya sama-sama mempunyai pendidikan, yaitu mengajak pembaca sesuai dengan amanat yang disampaikan dalam puisi tersebut.
d. membaca puisi dan mendaklamasikannya
membaca puisi secara lisan yang harus dilakukan yaitu :
a. dengan suara yang jelas
b. melafalkan secara tepat dan jelas
c. menggunakan jeda/tempo pembacaan secara tepat
d. menggunakan irama pembacaan dan intinasi scara tepat
e. menyertai pembacaan dengan gerak dan mimic yang tepat dan menarik
adapun untuk mendaklamasikan atau pengucapannya yaitu disertai gerak dan mimic(perubahan raut muka) caranya :
- memahami dan menjiwai isi, tema, amanat, dan mungkin setting
- perubahan raut muka dan gerak nuansa makna yang luas
- seuara atau pengucapan yang meliputi Vokalisasi, jeda, intonasi dan irama
catatan :
Intonasi : lagu tuitur yang meliputi pengaturan :
Tempo : cepat- lambatnya suara
Irama : keras-lambatnya suara
Nada : tinggi-rendahnya suara
Jeda : panjang-pendeknya perhentian
Aksentuasi : tekanan suara
Anunsiasi : pelafalan atau kejelasan pengucapan
b. Ragam bahasa puisi
puisi merupakan karya sastra yang
singkat : karena dituangkan dengan bahasa terikat
padat : karena memiliki nuansa makna yang luas
pekat : karena setiap kta dalam larik dan setiap larik dalam bait, sarat dengan makna
Bahasa puisi bersifat konotatif dan bermakna kias. Bahasa dan diksi dipilih penyair sehingga tampil rima, irama dan nilai estetika, mak timbullah keindahan puisi dan oleh pembaca/penikmat akan timbul kesan yang mendalam .
c. Menafsirkan dan citraan puisi
menfsirkan atau mengartikan makna puisi adalah
menanngkap maksud puisi. Makna yang terdapat dalam puisio dapat diartikan seperti makna yang terdapat dalam prosa. Kita harus mempunyai imajinasi yang tinggi ndalam membaca puisi sehingga dapat mengungkapkan kembali makna yang tersirat dengan bahasa yang jelas.
Citraan puisi yaitu suatu keadaan / gambaran pada sebuah puisi
1. citraan penengaran : hal-hal yang seolah-olah dapat kita dengar
2. ……... penciuman : ……………………………………. Cium
3. ……... penglihatan : ……………………………………. Lihat
4. ……… perasaan : ……………………………………. Rasakan
contoh : a)
Bunga Anggrek Untuk Mama
Di pekarangan rumah tangga
Serumpun anggrek yang manis dan anggun (c.penglihatan)
Menyilang diantara dedaunan hijau
Hingga nampak serasi dan menarik hati (c. perasaan)
Kekuatan indahmu setiap fajar
Dan petang yang cerah , wangi harummu (c.penciuman)
Sampai kecendela kamar
Tante tetangga, menyapa ramah (c. perasaan)
Seakan mengerti maksudmu
Dipetiknya dua tangkai untukku (c. penglihatan)
Terimakasih, Tante
Harikan ku tuaikan
Anggrekku di sanggul mama
Contoh : b)
Pemalang
Sudah ku siram makam ibunda
Dengan kembang tiga warna
Dan berangkatlah anak mbarep
Meninggalkan kota kelahiran
Dsiapit kopor puisi
Sekali ku beri senyum kamboja
Yang menunggu ibunda
Selamat tinggal kota kelahiran
Tidurlah Ibunda di atas ranjang – Nya
Sampai segalai rindu menebal
Bagai hari yang kan tua
Akan bejuang
Aku perang
Oleh : Ar Arwan Tuti Arta
1. nada ? meberitahu
2. suasana ? haru
3. isi ? makam seorang ibu yang dikunjungi anaknya
4. citraan ? penglihatan (tiga warna)
5. majas ? smile (bagai )
Selain citraan, untuk mendalami sebuah puisi biasanya kita harus mengetahui keinginan penyair kepada siapa sair itu ditujukan, kandungan tiap bait, amanat dan bagaimana prosanya tanpa mengubah makna (p.liris)
Puisi kontemporer
Yaitu puisi yang telah mementingjan tipografi (bentuk fisik) dengan mengungkapkan mwaksud tertentu
Untuk mengetahui makna yang terkandung dalam puisi tersebut, selainmengungkapkan makna yang terkandung dalam kata atau kalimat juga harus memahami dan memaknai bentuk konkret puisi tersebut.
Contoh : a)
Di
Betul
Kau pasti
Sedang menghilang
Berapa nasib lagi tinggal
Sebelum fajar terakhir kau tutup
Tanpa seorang pun tahu siapa kau dan
Di
Kau
Masa kini
Lengkaplah sudah
Perhitungan di laur akal
Tentang sesuatu yang tak bisa siapapun
Menerangkan kata pada saat itu kau mungkin sedang
Di
Betul
Kau
74
karya noorca Mahendra
Contoh : b)
“ Sepisaupi”
sepisau luika sepisau duri
sepisau dosa sepukau sepi
sepisau dka sepisau diri
sepisau sepi sepisau nyanyi
sepisaupa sepisaupi
sepisaunya sepikau sepi
sepisaupa sepisaupi
sepikul diri keranjang duri
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sampai pisau-Nya kedalam nyanyi
karya Sutarji calzoem Badri
Puisi diatas termasuik puisi kontemporer dengan maksud kata canda, makna suasana dalam puisi tersbut adalah pemberontakan
BAB II PROSA
Prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh rima dan persajakan
i. Prosa Lama
Adalah hasil karya sastra Melayu dan Daerah yang berbentuk prosa sejak masa purba hingga masuknya kesustraan Hindu dan Arab
a. macam-macam prosa lama
- hikayat : cerita yang mengisahkan raja-raja yang hebat / sakti
- cerita panji: cerita kehidupan putra-putri raja dr Jenggola, Kediri - Singosari
- cerita berbingkai : cerita yang di dalamnya terdapat cerita sisipan
- Tambo : cerita sejarah yang mengandung kebenaran keseluruhan
- dongeng : cerita rekaan yang lahir dari khayalan pengarang
* Fabel : dongeng yang tokohnya binatan, yamg berlakuan seperti manusia yang bersifat mendidik
* Legenda : cerita rakyat asal terjadinya suatu tempat yang bersifat histories tidak masuk akal contoh : Malin Kundang
* Mite : cerita dewa-dewa / hubungan dengan kepercayaan
contoh : Ramayana , Mahabarata
* Dongeng penggeli hati, menceritakan orang-oprang malang disebabkan kepandirian, sehingga menimbulkan kelucuan
contoh : cerita pak kadir / Si kebayan
ii. Prosa Baru
Adalah hasil karya sastra yang muncul pada awal abad ke-20 dan sudah diperangaruhi kesusastraan Barat
a. macam-macam prosa baru
1. Roman
Adalah c erita yang mengisahkan kehidupan lahir batin pelaku dari sejak kecil hingga dewasa bahkan sampai meninggal
Menurut isinya Roman dibedakan menjadi
a. Roman Bertendes
Adalah roman yang isinya untuk bertujuan tertertentu, membahas masalah social agama, politik, dsb. contoh : Salah Asuhan , Karya Abdul Mu’is
b. Roman Sosial (Masyarakat)
Adalah roman yang mengutamakn gambaran hidup masyarakat, mpat si pelaku hidup. Cntoh : Belenggu Karya Armin Pane
c. Roman Sejarah
Adalah roman yang merupakan khayal pengarang yang dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa bersejarah. Contoh : Surapati Karya Abdul Mu’is
d. Roman Jiwa
Adalah roman yang meklukiskan perkembangan jiwa pelaku utama dengan segalakonflik batin yang dialami. Contoh : Atheis Karya Achdat Karta Miharja
e. Roman Detektif
Adalah roman yang mengisahkan kegiatan membuka rahasia kejahatan seperti gambaran kegiatan detektif. contoh : mencari pencuri Anak Perawan, Karya zsuman HS
f Roman Adat
Adalah roman yang bertendes utamanya, misalnya adat
g. Roman Picisan
Adalah roman mengenai cinta, kejahatan, petualangan, yang dianggap tidak bermutu (murahan)
2. Novel
Adalah karya sastra yang lebih pendek dari roman yang menceritakan tokoh/pelaku sebagai orang-orang di sekelilingnya dan menonjolkan watak serta sifat setiap pelaku, isi novel menggambarkan pergolakan jiwa pelaku utama yang mengubah jalan hidupnya
Ciri-cirinya ;
1. Menceritakan kehidupan yang luar biasa
2. Terdapat konflik yang menimbulkan perbedaan / perubahan hasil pelakunya
3. Terdapat beberapa alur cerita
4. Perwatakan dan penokohan disajikan secara mendalam
5. Menyajikan sesuatu yang lebih rinci dan detail
Membaca novel denga gaya bahasa (majas) hiperbola, personifikasi, metafora, repetisi dsb. Dan yang menjadi dasar terjalnya dalam novel yaitu tema dan latar tempat, waktu, suasananya.
Sudut pandang adalah orang / nama yang digunakan oleh pengarang yaitu : 1. Sup orang I sebagai pelaku utama ( aku, saya )
2. sup orang II terlibat dalam cerita, tetapi bukan sebagai pelaku utama ( kamu )
3. sup orang III pengarang terlibat dalam cerita ( dia, ia, mereka )
3. Cerpen
Adalah karya sastra yang lebih pendek dari novel, yang menceritakann bagian suatu peristiwa yang sangat dianggap penting dan menarik dengan menggolakan pelaku utama tetapi tidak mengubah jalan hidup si pelakunya
Ciri-cirinya :
1. Halamannya berkisar 1-10 halaman
2. Permasalahannya sederhana
3. Masalah tunggal selelesai baca sekali duduk (1-2 jam)
4. Kata-katanya ekonomis
5. Persoalannnya singkat, padat dan hangat
6. Terdiri dari satu alur
Cerpen bersifat rekaan (fiktif) yang relatif pendek : cerpen tidak melukiskan watak secara lengkap atau tidak sampai menceritakan perubahan nasib tokohnya. Seperti halnya dalam novel, hanya saja cedrpen tedapat 2/3 tokoh. 1 peristiwadan 1 kesan bagi pembacanya. Jadi sebuah cerpen harus merupakan satu kesatuan yang utuh dan lengkap.
Dalam cerpen ada 2 unsur yaitu
1. unsur intrinsic ( unsur dari dalam karya trsebut )
a. Tema : masalah, gagasan, persoalan, yang menjadi dasar sebuah cerita
b. Penokohan : penggambaran tokoh (baik fisik/watak tokoh)
c. Alur/pot : Urutan p-eristiwa sambung-menyambung (sebab akibat) alur ada tiga macam:
Alur maju : mulai a) perkenalan b) konflik c) peleraian
Alur mundur: mulai c a b / c b a
… campur : mualai a b c b a c / a b c a
d. Latar/setting : gambaran tempat / waktu (segala situai yang terjadi)
e. Sudut pandang / point of vew :
Adalah kedudukan pengarang dalam ceritanya/ darimana pengarang melihat peristiwa yang terdapat di ceritanya.
f. Pesan/amanat : pesan yhang akan disampaikan penulis pada pembacanya
2. unsur ekstinsik ( unsur dari luar ) yaitu tentang :
a. riwayat hidup pengarang ( lingkungan )
b. kehidupan masyarakat sekitar ( bertani, pendidikan )
c. EKSOSBUD HANKAMPOL
A. TEKNIK MEMBUAT CERPEN
1. Menentukan Tema
Tema harus menjiwai seluruh isi dan ditentukan sebelum mengarang / (tidak tertulis secara langsung) kalau judul sesudah mengarang (sudah tertulis)
2. Tokoh (potret masyarakat)
Harus mengathui tempat,situasi dan kondisi, bertujuan akan lebih menarik pada pembaca, seperti contoh bertempat di kota nama tokoh harus joni / Susi, dan kalau di Desa harus Jono / usik.
3. Sudut Pandang (pusat pengisahan)
si penulis/ pengarang itu sebagai siapa .. ?
a. Author – Participant, pengarang sebagai orang I serta turut sebagi peran
b. Author – Omniscient, pengarang sebagai orang ke-3 yang serba tahu biasanya memakai kata akan .
c. Author – Observer, pengarang sebagai peninjau, pengamat, pemerhati, biasanya memakai kata sedang apa, mau apa(tidak tahu apa yang ia pikirkan).
d. Multiple (campuran ) dari 3 di atas
4. Menentukan watak
Dengan metode Analitik dan Dramatik
Analitik : pengarng secara langsung memaparkan watak tokoh dengan sifatnya (Si keras hati, si sombong, Si pemalu ) dll
Dramatik : pengarang secar tidak langsung menggambarkan watak tokoh :
a. Dengan Nama : Si Krowot, Si Pendiam
b. Gambran fisik : Si Cantik, Si Langsing, Si Merah
c. Penggambaran melalui percakapan (dialog) maupun monolog(berbicara
sendiri ).
Pesan / amanat moral bisa diselipkan lewat tokoh-yokoh di dalamnya .
5. Menentukan latar / seting dalam aspek ruang, waktu, suasana saat kejadian
6. Menyajikan ke dalam alur cerita
Menyajikan jalinan rangkaian peristiwa
a. pengenalan : Lukisan keadaan yang menuntun pembaca pada masalah tema / jalan cerita
b. penampilan : tahap pelaku mulai menghadapi konflik
c. klimaks : tahap yang menggambarkan konflik untuk mencapai puncak
d. penurunan : tahap konflik dapat diatasi oleh tokoh / pelaku cerita
e. penyelesaian : Tahap cerita yang berisi penyelesaian konflik
macam – macam alur
- sorot balik (terjadi sebelumnya)
- alur erat
-alur tunggal ( 1 episode kehidupan )
-alur ganda (lebih dari 1 episode kehidupan)
-alur menanjak (puncak penyelesaian)
ada 3 yaitu a. protagonis (baik), antagonis(jelek), dan Tritagonis(pelerai)
Kamis, 07 Juli 2011
SAJAK-SAJAK

Today, 2009 December
Tak sanggup aku merasakan duka yang nestapa, sepi begitu sunyi menyayat hati. Tapi aku mencoba tuk bertahan diatas penderitaan itu, aku selalu pasang gambar kebahagiaan yang menurutku kosong belaka. ”Sungguh hariku indah tapi hatiku lemah lunglai…..!!!”
Malam ini aku coba lukiskan bersama langit kamar yang begitu tenang karena kantuk dari kedua mataku. Ketika aku baringkan tubuhku menapaki bayang-bayang lalu hingga akan menjelma cermin indah, namun semua hancur pecah berkeping-keping karena tubuhku tak sanggup lagi untuk berdiri, hanya mata terpejam dan tak berdaya. “sungguh aku tak sanggup lagi…!”
Tidak terasa dan juga tidak terlihat ini merupakan kekhilafan yang fatal, salah yang tak bisa terulang untuk penyesalan. Sungguh bila tergamabar salah dunia ini tidak bisa tempat media, ini salahku yang tak bisa bertanggungjawab pada dunia, hanya menghambur-hambur hak orang lain yang lepas dari tanggungjawab sendiri.
Aku seperti tidak melihat, kadang realita sebatas indera, karena ini merupakan teka-teki kehidupan yang hanya sementara. Maka dari itu apasih arti keindahan dan harta billa kita indahkan, kita buahkan lewat sedekahdan tujuan transcendental kepadan-Nya. Aku tahu aku tidak melihat bahwa tubuh ini mengalirkan sedekah namun tidak orgen dari mana summbernya, jelas ini tak mampu sekaligus tak menjadi hak paten dalam diri sendiri, karena jari-jari ini jauh dari penghasilan dan untuk sempurna.
Namun aku selalu berdo’a bahwa yang aku lakukan merupakan social yang yang mampu member manfaat pada orang lain dan khsusnya pada kedua orang tua, karena selama ini aku masih dijaga dan dirawat olehnya, sumber rezeki dan sedekah pun darinya. Aku harap ketidaktahuan ini tidak menjadi penghalang rezeki dari Tuhan untuknya, semoga selalu mengalir bak sungai indah nirwana karena keikhlasan yang beliau berikan. Dan umumnya pada temen-temenku, semoga kalian semua selalu bahagia bersama do’a-do’a yang mereka lantunkan, dan semoga selalu mengalir pada cita-cita sumber mata air.
Kadang hal ini suatu kebodohan, karena yang aku lakukan tidak memperdulikan kebahagiaan orang lain mencari sumber kehidupan, aku hanya bisa memakai dan tidak bisa mencari dan hanya darinyalah aku bisa mengamalkan harta bendanya. Sungguh aku berdo’a semoga allah selalu menjaga kesehatannya, sampai aku menemukan diriku sendiri, diri ini yang sangat berguna bagi agama dan Negara, diriku yang sangat bermakna bagi keluarga dan alam semesta. Dan semoga dari kebodohan ini menjelma langit biru yang indah dengan senyuman pelangi.
Mamang inilah diriku, aku bukan malaikat yang selalu benar, walau dalam kebenaran yang aku lakukan selamaa ini pasti ada unsure kejelekannya, kadang merasa dalam hati benar, tapi luar sangat naïf dan lebih tergambar tuba yang melumpuri tubuh kehidupanku, kadang hanya diluar keindahan itu bercahaya, tapi hati berupa batu hitam dan membeku tak bisa dipecahkan karena kejelekan yang tak mampu berubah untuk putih, hanya tersimpan dan bersarang dalam sanubari jauh dari ketakjuban, yang ada hanya kejenuhan dan kebencian.
Dan yang akan aku terbangkan keindahan-keindahan itu bersama sayap-sayap cita dan cinta yang tinggi, namun kadang terobohkan oleh tutur kata yang mencoba jatuhkan harga diriku. Sungguh pada hati yang sempat terberai dari satu senyawa murni, namun ada senyawa yang lain yang tak bisa menjelma tubuh ini putih. Ada putih pasti ada yang hitam, karena ini sunnatullah, ada baik dan ada yang buruk, dan tidak bisa dipungkiri lagi kehidupan ini monodualisme yang selalu berpasangan sesuai dengan ruang dan waktu.
Begitu juga yang aku lakukan selama ini, pasti ada yang hitam diatas putih dan juga sebaliknya, memang kekuranganku menutupi segala kebaikanku, namun aku yakin kebaikan hidup ini juga akan menutupi kekurangan-kekurangan itu. Sungguh bila aku ditugaskan sebagai penyampai wahyu pasti diri terhindar dari hawa manusia yang tak lepas dari dosa kehinaan dan kekufuran. Memang diri ini tak punya cambuk yang ampuh seperti malaikat yang dapat membinasakan do’a-do’a cambuk yang dapat melumpuhkan hawa nafsu dunia. Maka dari itu tak bisa lepas darinya hanya malaikat dan dosa menyatu dalam kehidupan ini.
Aku memang setan yang selalu salah dan berbuat semena-mena, menyibak kesalahan orang lain dan menunai salah sendiri, namun aku bukan syetan yang selalu mengganggu keimanan seseorang, namun aku penyampai instruksi kebajikan dan inferensi keburukan (Amar ma'ruf nahi mungkar).
Langganan:
Komentar (Atom)